Timnas Indonesia Benahi Lini Pertahanan



Salah satu hal yang sangat fundamental harus segera dibenahi pelatih Timnas Indonesia, Wim Rojsbergen adalah lini belakang, karena sektor ini merupakan titik terlemah.

Terjadinya dua gol pada pertandingan Indonesia VS Bahrain Selasa (6/9/2011) malam, karena kelemahan sektor pertahanan Indonesia. "Gol pertama karena tidak peka mengantisipasi pergerakan lawan. Adapun gol kedua karena tidak disiplin menjaga daerah pertahanan sehingga pemain lawan bisa dengan leluasa melakukan serangan balik," kata Ovan Tobing, mantan Manajer Arema Malang, Rabu (7/9/2011).

Menurut dia, pemain belakang Indonesia kurang mumpuni dalam menghadapi umpan-umpan silang lawan dengan bola atas. Seharusnya mereka disiakan untuk menghadapi stretegi lawan demikian karena jauh hari sudah diketahui bahwa lawan-lawan unggul postur tubuh dan pasti akan memainkan bola demikian.

Hal yang perlu diberikan lebih mendalam kepada Hamka Hamzah dan kawan-kawan adalah jangan terpaku kepada bola, tetapi juga harus mengetahui pergerakan lawan tanpa bola. Begitu seringnya lawan lepas tanpa kawalan dan menusuk ke jantung pertahanan.

Dia melihat antara lini belakang dan lini tengah seperti tidak sinkron. Tidak ada pemain jangkar yang bisa menjadi penyangga baik saat diserang maupun saat menyerang. Oleh karena itu akhirnya pemain belakang melakukan umpan panjang langsung ke depan. Cara demikian mudah dimentahkan lawan yang punya keunggulan main bola atas.

"Apapun, Wim harus instropeksi dan segera membenahi tim. Tidak bisa dia menyatakan bahwa tim itu bukan pilihannya," ujar Ovan.

Silahkan tinggalkan komentar anda, baik saran atau kritik. Satu Komentar sangatlah berharga asalkan jangan nyepam